28
June
2013

debat security KA dan pengguna baru KA : ‘kebingungan sistem’

debat security KA dan pengguna baru KA : 'kebingungan sistem'

debat security KA dan pengguna baru KA : ‘kebingungan sistem’

uhuk sepenggal cerita ini diangkat dari kisah nyata, yang mencerminkan betapa sistem di negeri kita tercinta masih sangat menyebalkan.

suatu hari, dua mahasiswi baru salah satu universitas ternama di Bogor hendak mengunjungi famili yang sakit di RS AM Jakarta. sesampai di stasiun Bogor, mereka memesan dua tiket untuk ke Klender.

Mhsw : pak, kalo mau ke Klender naik yang mana ya pak?

Ptgs Loket : langsung ke Bekasi 17,5rb, atau transit aj di manggarai, trus ke klender, butuh berapa tiket?

mhsw : dua pak

Ptugs Loket  memberikan tiket bentuk baru berupa card. kedua mahasiswi tsb membayar dengan uang 50rb, di kembalikan 22rb. kedua mhsi yang memang tidak terbiasa naik KA Commuter Line hanya bengong, bingung kenapa 1 orang dikenai biaya 14rb untuk tiap tiket. banyak yang bilang ke mereka kalo harga tiket hanya 9rb. mereka kemudian kembali ke loket, bertanya lagi ke ptugas loket.

‘pak, pake kartu ini bener ya, sampai Klender?’

‘iya teh, transit manggarai ya’

kedua mahasiswi pun berpikir tentang dua kemungkinan kenapa harga tiket 14rb, satu karena kenaikan BBM, dua karena jarak ke Klender. ke Bekasi 17,5rb, jadi wajarlah ke Klender 14rb. dan dua kemungkinan tsb menjadi jawaban dari pertanyaan mereka.

perjalanan lancar hingga stasiun manggarai, transit, kemudian naik lagi, berdesakan dengan penumpang lain ke bekasi. hingga akhirnya sampai juga di Klender.

ketika keluar melewati pintu keluar yang khusus bagi pemegang kartu, saatnya kedua mhsw tsb memasukkan tiket berupa card ke tempatnya, dan ternyata gagal. ada kesalahan. ternyata kartu tsb, menurut petugas security, sampai di jkt kota.

akhirnya, kedua mhswi tsb dibawa ke pos jaga. sampailah mereka pd percakapan yang menyebalkan. kesel

security : gini mbak, mbak berdua melanggar aturan, karena kedapatan gda tiket, kartu tiket yang dipake ternyata sampainya di jakarta kota, jadi bisa di denda 50rb bom

mhsw : lho, kok gitu? kita kan pake kartu ini, kata petugas yang di St. Bogor bisa kok.

security : ga bs mbak, ini buktinya, kartu nya ga bs masuk ke kotaknya

mhsw : lha, mana kita tahu, kita kan uda mengikuti aturan jg, bayar, dpt kartu, trus kesini

security : gini deh mbak, ada struk pembayaran tiketnya gak?

mhsw : gak ada, kan sebelumnya, pas ga pake kartu gitu, mana kita dikasih struk, beli ya di kasihnya tiket, emang gitu kan?

security : wah, ya salah mbak nya juga kenapa ga minta struk ke petugas loket di St. Bogor

mhsw : yaelah, pak. sekarang gini deh pak, sejak dulu juga kalo beli tiket dikasihnya langsung tiket, bukan struk. oiya, kita juga bayarnya uda 14rb pak.

security : harganya 9rb mbak, kenapa ga di cek?. klo sekarang, harusnya dapat kartu dan struknya mbak.

mhsw :  kesel lha mana kita tahu, kenapa kita yang disalahkan pak, klo udah tau harus ada struk, kenapa petugas loketnya jg ga ngasih sy struk

security : gini aja dh mbak, karena mbak berdua belum tahu, ya berarti kebijakannya, beli tiket lagi aja deh, kalo ga, KTP nya ga sy kembalikan.

mhsw : waaa , ga bisa langsung gitu dong pak, trus antisipasi ke depannya apa coba, ini kan sistem nya yang ga bagus, pasti ga sedikit yang seperti kami, bakal banyak lagi yang kaya gini, ujung-ujungnya, penumpang yang dirugikan.

security : mbak, mbak ga bs kompalin di stasiun ini, karena masalah mbak berdua adalah dg stasiun Bogor

mhsw : wooo , gimana nh ? kenapa bpk ga cb telp ke bogor untuk meluruskan masalah ini. ini bukan masalah uang ya pak, tapi kita ga nyaman kalo gini caranya, stasiun KA emang gbs komunikasi dg stasiun KA lainnya?

security : ga bisa mbak, klo kita yang telp, nanti di kiranya kita kong kalikong dengan penumpang utk menjatuhkan petugas St. Bogor

mhsw :   nangis ya ampun, kok aneh c, males banget liat sistem di Indonesia, ga masuk akal banget, bete

akhirnya setelah berdebat panjang, ujung-ujungnya kedua mahasiswi tsb beli tiket di loket.

‘pak, beli tiket, dari manggarai ke klender’

‘ini klender mbak ngupil , bilang mau kemana, ke bekasi dari sini?’

jedug ‘ah, gila ya!! tadi kita di suruh beli tiket buat pengganti denda, ni malah petugas loketnya ngotot, ga beres banget kordinasinya nih stasiun’

kesimpulannya mengarah pada satu pertanyaan :

apakah jika terjadi seperti ini lagi, kemudian penumpang lagi yang akhirnya tetap di pojokkan dan disalahkan?

ads

Leave a Reply

[+] monkey emoticons

Latest Posts

×

Categories

×

Recent Comments

×

Powered by Wordpress with an original design by Coralitus