1
March
2011

Direktori pada System Operasi GNU/Linux

Buat yang masih nyubi dengan linux, seperti saya ini hehe

tentu sangat asing saat berhadapan dengan direktori Linux. Struktur direktori GNU/Linux emang beda banget sama system operasi Windows yang selama ini kita kenal. Windows menggunakan pendekatan Forest atau hutan, dimana partisi harddisk diberi nama dengan alfabet seperti C:/. Sedangkan GNU/Linux menggunakan pendekatan tree atau pohon, semua direktori pembentuk GNU/Linux terletak dibawah “/” atau root.

Menurut referensi yang saya baca mikir

Setiap Distro memiliki susunan direktori yang agak berbeda-beda. Namun biarpun tidak mutlak sama, Distro-distro GNU/Linux masih memiliki standard yang sama.

Direktori “/” atau root hanya menampung subdirektori seperti /bin , /usr, /home dan lain-lain. Jadi sebaik nya tidak meletakan file apapun di direktori ini .

Ayo kita mulai pengenalan direktori GNU/Linux nya baca

/bin/

Setiap Distro GNU/Linux pasti memiliki direktori ini. Direktori /bin ini merupakan tempat dari aplikasi untuk operasi dasar system seperti “ls”, “grep”, “mkdir” danaplikasi penting lainnya.

/boot/

Seperti namanya, direktori ini adalah tempat GNU/Linux meletakan semua aplikasi dan file-file configurasi untuk dapat menjalankan GNU/Linux. Kernel atau jantung system operasi terdapat disini. Apabila anda melihat ke dalam direktori ini,
maka anda akan menemukan file vmlinuz. File itu lah yang disebut kernel GNU/Linux.

/dev/

Direktori ini adalah direktori tempat GNU/Linux menyimpan hardware yang terbaca oleh kernel. Pada system operasi GNU/Linux, hardware kita akan diperlakukan sebagai sebuah file. Anda dapat melakukan operasi seperti saat mengguakan file. Sebagai contoh /dev/sr0 adalah CDRom anda atau /dev/sda adalah hardisk anda. Anda dapat membaca dari Cdrom atau /dev/sr0 hanya dengan mengopi iso file tersebut.

/etc/

Kita dapat menemui file-file settingan yang dibutuh kan oleh GNU/Linux di dalam direktori ini. Misalnya file /etc/fstab ini adalah file yang digunakan system GNU/Linux saat melakukan mount hardsik.

/home/

Masing-masing user yang tedapat di system operasi GNU/Linux akan memiliki tempat kerja mereka di subdirektori yang terdapat di dalam direktori ini. Misalnya saja anda memiliki user “ilkom”, maka home direktori ilkom terdapat di /home/ilkom/. Karena filesystem GNU/Linux yang terkenal aman, hanya pemilik direktori dan root saja yang bisa melihat isi home direktori dari user. Jadi hanya user ilkom dan root saja yang bisa melihat isi dari direktori /home/ilkom.

/lib/

Disini GNU/Linux meletakan shared library utama yang dibutuhkan system. Shared library sama dengan file *.DLL di system operasi Windows. Disini juga terdapat subdirektori yang nama nya sama dengan versi dari kernel yang sedang dipakai.
Direktori itu adalah tempat menyimpan modul kernel, seperti driver dan dukungan filesystem.

/media/

Berbeda dengan Windows yang membaca partisi device sebagai drive. GNU/Linux membaca partisi sebagai file. Apabila Windows menggunakan Drive D:/ atau F:/ untuk melambangkan USB flashdisk misalnya. Maka GNU/Linux melambangkan dengan /dev/sda1 atau /dev/sdb1. Saat kita memasukan flashdisk atau removable disk ke dalam system GNU/Linux, maka akan secara automatis dikaitkan ke subdirektori di dalam /media/.

/mnt/

Direktori ini hampir sama fungsinya seperti /mnt/. Namun bedanya adalah direktori ini memuat hasil kait dari partisi yang sudah ditentukan sebelumnya. Artinya tidak dinamis. Ketentuan isi direktori kait /mnt terdapat di file /etc/fstab.

/opt/

Sama seperti “/bin”,/opt juga merupakan tempat meletakan aplikasi. Namun aplikasi yang diletakan disini biasanya bersifat optional.

/sbin/

Aplikasi yang digunakan untuk melakukan manejemen system terdapat disini. Biasanya hanya root yang dapat menggunakan aplikasi yang ada di direktori ini. Contoh aplikasi yang terdapat disini adalah “mount” dan “fsck”.

/srv/

Direktori ini berisi file-file yang digunakan oleh system untuk menyelengarakan service. Contoh nya apache meletakan data nya disini.

/tmp/

Direktori ini adalah tempat aplikasi menulis file temporari mereka. Setiap user atau aplikasi dapat hak untuk menulis disini.

/usr/

Direktori ini berisi semua aplikasi yang dibutuhkan oleh user dan semua yang berhubungan dengan aplikasi tersebut, Source code semua aplikasi biasa diletakan disini tidak terkecuali source code dari kernel GNU/Linux.

/var/

Direktori ini berisi file-file dan berbagai subdirektori yang isinya berubah seiring dengan berjalannya system. Terdapat beberapa direktori menarik yang terdapat di dalam sini. Salah satu nya /var/log/ yang berisi log dari apa yang system kerjakan.

/root/

Root adalah acount spesial. Begitu pula home direktori nya. Home direktori Root tidak disatukan dengan pengguna lainnya. Melainkan ada di /root/.

/proc/

Directori ini adalah direktori spesial. Isi dari direktori ini akan berubah setiap saat. Setiap ada aplikasi yang dijalankan akan membuat satu direktori dengan nama sesuai dengan pid aplikasi tersebut. Direktori ini akan kosong saat system dimatikan. Kita dapat memanipulasi jalanya nya kernel dengan mengedit file yang ada disini.

Smoga bisa dimengerti…..  uhuk

Posted in Linux, | Tags : ,

ads

Leave a Reply

[+] monkey emoticons

Latest Posts

×

Categories

×

Recent Comments

×

Powered by Wordpress with an original design by Coralitus