8
February
2011

Menyelamatkan Dunia dari Pemanasan Global Melalui Konservasi Kelautan

Pemanasan global yang menjadi isu lingkungan bagi masyarakat dunia saat ini memang mengkhawatirkan karena dampak yang ditimbulkannya sangat besar, mulai dari gunung es yang akan mencair, tenggelamnya pulau-pulau kecil,  musim tanam yang lebih panjang bahkan sampai kegagalan panen, kelangkaan air tawar, serta  daerah tropis yang akan semakin lembab akibat penguapan air laut yang berlebihan. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah maupun pihak non pemerintah guna mengurangi dampak adanya pemanasan global, diantaranya gerakan “penanaman seribu pohon”, gerakan “One Man One Tree” dan upaya-upaya lain terkait masalah tersebut.

bisik Selain penghijauan yang sedang marak akhir – akhir ini, sebenarnya banyak hal penting lain yang juga berkaitan dengan adanya isu pemanasan global dan berperan sangat besar, namun masih kurang mendapat perhatian dari masyarakat dunia.  Hal itu adalah keberadaan ekosistem laut seperti hal nya terumbu karang (coral reefs), rumput laut (seaweeds), padang lamun (seagrass bad), serta ribuan mikroorganisme di laut yang melimpah seperti fitoplankton dan jenis alga lain yang mampu menyerap karbon 200 kali lipat lebih banyak daripada yang dilakukan oleh tumbuhan di darat. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, diketahui pula bahwa ekosistem laut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan panas bumi. Sayangnya hal tersebut kurang disadari oleh masyarakat dunia, sehingga saat ini aspek kehutanan mendapat perhatian yang lebih besar dengan beragam slogan-slogan konservasi dan hal – hal lainnya.

ngupil Indonesia yang di anugerahi potensi sumberdaya kelautan yang sangat besar, dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi (mega biodiversity), belum lagi posisi Indonesia yang berada di wilayah pusat segitiga terumbu karang dunia atau biasa disebut “The Coral Triangle” yang di kenal pula oleh dunia sebagai “The Amazon Sea” dengan lebih dari 600 spesies terumbu karang yang ada di dalamnya dan meliputi 75 % semua spesies terumbu karang yang ada di dunia, sudah saatnya memantapkan langkah dan memegang komitmen bersama bahwa semua potensi laut yang ada selayaknya di lestarikan, seperti halnya yang dilakukan kepada hutan-hutan di daratan.  Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) di Departemen Kelautan dan Perikanan, telah memperhitungkan bahwa Indonesia sebagai Negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kemampuan penyerapan karbon dari aspek kelautan berupa terumbu karang seluas 61.000 km2 sebanyak 73,5 juta ton karbon, hutan mangrove dengan luas 93.000 km2 mampu menyerap 75,4 juta ton karbon, serta sebaran klorofil dengan luas 5,8 juta km2 mampu menyerap 40,4 juta ton karbon.  Salah satu negara yang telah memulai dan merintis penelitian tentang tingkat serapan karbon dioksida (CO2) oleh plankton secara biologis (Biological Pumping) adalah Jepang.

nyerah Di Indonesia sendiri, kondisi yang mengkhawatirkan masih terjadi, yaitu kekayaan terumbu karang Indonesia sedang mengalami kerusakan yang serius, dan mengancam kelestarian sumberdaya kelautan.  Hampir sepertiga dari terumbu karang Indonesia termasuk dalam kategori kurang baik, dan hanya 6 % yang termasuk kategori sangat baik. Kerusakan terumbu karang disebabkan karena adanya pemanfaatan yang tidak ramah lingkungan. Berbagai cara dilakukan oleh kelompok masyarakat yang tidak bertanggung jawab seperti penggunaan racun untuk mendapatkan ikan di sekitar terumbu karang sehingga menyebabkan pemutihan karang (bleaching coral) yang menyebabkan kematian pada karang.  Selain itu, pengeboman juga dilakukan untuk mendapatkan karang  itu sendiri sebagai bahan bangunan yang pada akhirnya benar – benar merusak  keberadaan terumbu karang. Hal ini sangat menyakitkan mengingat pemulihan terumbu karang sampai ke keadaan semula membutuhkan waktu yang sangat lama, yaitu 1 cm dalam satu tahun, sehingga bisa dibayangkan untuk memulihkan terumbu karang kita yang rusak 5 meter saja, membutuhkan waktu pemulihan secara alami selama 500 tahun, sedangkan realita yang terjadi, bukan hanya 5 meter, namun ribuan kilometer terumbu karang kita sudah mengalami kerusakan, sehingga bisa di hitung sendiri berapa puluh ribu tahun yang dibutuhkan untuk mengembalikannya ke keadaan semula.

hihi Sebenarnya, kebijakan tentang upaya – upaya konservasi sumberdaya kelautan di Indonesia sudah tertuang dalam UU No. 31 Tahun 2004 tentang perikanan, serta peraturan turunannya yaitu Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2007 tentang konservasi sumberdaya ikan, dimana kedua sumber hukum tersebut mengatur tentang perlunya upaya konservasi untuk pengelolaan sumberdaya ikan, yang didalamnya juga terdapat upaya konservasi ekosistem, yang akhirnya ditetapkan pula adanya Kawasan Konservasi Laut (KKL), dan terkait isu pemanasan global DKP memang telah bekerjasama dengan berbagai pihak baik swasta, LSM maupun masyarakat diantaranya adalah Coral Reef Rehabilitation and Management Program (COREMAP) untuk mengelola terumbu karang secara lestari, program Sulu-Sulawesi Marine Ecoregion (SSME), dan yang terbaru adalah Coral Triangle Initiative (CTI).

bom Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Bpk. Rohmin Dahuri pada saat masih menjabat juga pernah mendeklarasikan di depan para pejabat dari berbagai negara untuk menghasilkan KKL seluas 10 juta Ha pada tahun 2010, yang saat itu dirasakan sebagai janji yang sangat ambisius, namun pada bulan Maret 2006 di Brazil, Bpk. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui perwakilannya mempertegas komitmen bangsa Indonesia dengan mendeklarasikan di depan sidang COP CBD bahwa Indonesia mentargetkan Kawasan Konservasi Laut (KKL) seluas minimal 10 juta Ha pada tahun 2010 dan 20 juta Ha pada tahun 2020, dimana pengembangan KKL bukan hanya mentargetkan luasnya kawasan, namun juga adanya pengelolaan yang efektif di setiap aspek didalamnya.

uhuk Tahun ini merupakan waktu yang ditargetkan untuk pengembangan Kawasan Konservasi Laut seluas 10 juta Ha. Meskipun berdasarkan catatan Departemen Kehutanan, baru 3.100.687,30 Ha KKL yang ada saat ini namun tetap wajib bagi kita untuk mendukung adanya perluasan Kawasan Konservasi Laut di Indonesia, dan di waktu mendatang semoga program penghijauan kawasan-kawasan hutan di daratan mampu berjalan beriringan dengan program Kawasan Konservasi Laut, sehingga kita dapat menyelamatkan dunia dari dampak adanya pemanasan global. SEMANGAT!

ads

5 Responses here...

  1. hehe says:

    hore
    ayo bersama menyelamatkan dunia !!!

  2. trimborlen says:

    save the world with green

  3. dani says:

    pemerintah wajib tingkatin pengawasannya dari oknum2 tak berakal..
    plis

Leave a Reply

[+] monkey emoticons

Latest Posts

×

Categories

×

Recent Comments

×

Powered by Wordpress with an original design by Coralitus